Breathe
kita bertemenan dari SD.
aku melihat dia tumbuh dewasa dan aku melihat bagaimana dia brubah dari seorang bocahh menjadi laki-laki yang sangat menawan.
tingkah lakunya yang sangat childish selalu mengundang tawa semua disekitarnya dan kuakui dia merupakan orang yang sangat menyenangkan.
Pada saat dia menyatakan cintanya, Kami baru saja menduduki kelas 1 SMA.
dan sungguh, apakah waktu itu kita benar-benar mengerti cinta?
karena aku sudah terbiasa dengan dia yang selalu di dekatku aku berpikir,
mengapa tidak?
apa ada yang berubah?
dia juga sudah seperti keluarga.
dia juga menyenangkan.
karena beribu alasan yang salah,
akupun berkata iya.
karena dia, aku bisa merasakan dan menemukan hal-hal yang indah.
karena dia, aku tumbuh menjadi wanita aku sekarang ini.
karena dia, hatiku menjadi senang
juga karena dia, hatiku menjadi perih
sekarang, yang kuinginkan hanyalah mwnjauh dari dia
entah kenapa aku memiliki kebutuhan yang sangat mendesak untuk menjauh dari dia,
dia merupakan orang yang sangat peka,
diapun sadar ada yang aneh dalam tingkah lakuku.
dia selalu bertanya, apakah ada yang salah dengan dirinya
tentu saja tidak, kataku
tapi terlihat sekali dalam sorot matanya ak tidak berhasil meyakinkan dia
dia terlihat sangat tersakiti.
jika kita bertahan seperti ini
siapa yang lebih tersakiti?
aku? atau dia?
aku melihat dia tumbuh dewasa dan aku melihat bagaimana dia brubah dari seorang bocahh menjadi laki-laki yang sangat menawan.
tingkah lakunya yang sangat childish selalu mengundang tawa semua disekitarnya dan kuakui dia merupakan orang yang sangat menyenangkan.
Pada saat dia menyatakan cintanya, Kami baru saja menduduki kelas 1 SMA.
dan sungguh, apakah waktu itu kita benar-benar mengerti cinta?
karena aku sudah terbiasa dengan dia yang selalu di dekatku aku berpikir,
mengapa tidak?
apa ada yang berubah?
dia juga sudah seperti keluarga.
dia juga menyenangkan.
karena beribu alasan yang salah,
akupun berkata iya.
karena dia, aku bisa merasakan dan menemukan hal-hal yang indah.
karena dia, aku tumbuh menjadi wanita aku sekarang ini.
karena dia, hatiku menjadi senang
juga karena dia, hatiku menjadi perih
sekarang, yang kuinginkan hanyalah mwnjauh dari dia
entah kenapa aku memiliki kebutuhan yang sangat mendesak untuk menjauh dari dia,
dia merupakan orang yang sangat peka,
diapun sadar ada yang aneh dalam tingkah lakuku.
dia selalu bertanya, apakah ada yang salah dengan dirinya
tentu saja tidak, kataku
tapi terlihat sekali dalam sorot matanya ak tidak berhasil meyakinkan dia
dia terlihat sangat tersakiti.
jika kita bertahan seperti ini
siapa yang lebih tersakiti?
aku? atau dia?
Comments
Post a Comment